Langsung ke konten utama

Untukmu, Pejuang Rindu?

Teruntuk kau, para pejuang rindu.
Yang kuat menahan kata, walau ingin bicara.
Yang bisa menahan temu, walau keinginan menggebu.
Sampai belum tiba saatnya, kau akan terus merindu
Memperjuangkan yang dirindu
.
.
.
.
Akan tiba saat dimana kau harus memilih tentang rindumu.
Haruskah melupakan dan mengikhlaskan
Atau terus memperbaiki memantaskan diri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku menjadi serakah, aku terus menginginkanmu tuk tetap di sampingku dan tetap menungguku. Akankah takdir memihak kita? Akankah kita memiliki akhir yang bahagia?

Kelas Mengalir bersama LPM Dedikasi

Setiap hari Jumat, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dedikasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri rutin mengadakan acara yang dinamai Kelas Mengalir . Seperti namanya, mengalir, kelas ini biasanya tidak mematok di jam berapa kelas harus selesai. Pun obrolannya, kadang kali tak melulu dalam satu topik bahasan. Jumat, 29 Maret 2019 kemarin, Kelas Mengalir yang diadakan oleh LPM Dedikasi dilaksanakan bersama Siti Nurvitasari dengan tema Opini. Opini adalah suatu pandangan atau pendapat pribadi untuk menjelaskan suatu peristiwa atau hal tertentu, baik peristiwa yang belum terjadi atau pun yang sudah terjadi. Opini itu bersifat subjektif dan belum tentu terbukti kebenarannya. "Saat menulis opini, ada dua kemungkinan yang akan  terjadi, diterima atau ditolak (diperdebatkan)." tutur Siti Nurvitasari. Para peserta yang hadir tampak antusias dengan datangnya berbagai pertanyaan.  Siti Nurvitasari atau yang sering disapa Vita ini adalah anggota LPM Dedikasi semester 8 yang sudah ...

[Diary] Terjun Lapangan ke Makam Bung Karno di Blitar

Hari Minggu di tanggal 07 April 2019 lalu, aku dan kawan-kawan lain yang tergabung di dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dedikasi berangkat menuju Blitar untuk terjun lapangan. Kami pergi ke Makam Bung Karno yang ada di Kota Blitar, Jawa Timur untuk menjalani penempuhan kartu pers. Sehari sebelum aku dan kawan-kawan yang lain ditugaskan untuk terjun ke lapangan, kami mengikuti pelatihan jurnalisme sastra yang mana pematerinya adalah Moh. Fikri Zulfikar dari AJI Kediri. Untuk kegiatan terjun lapangan, aku satu kelompok degan Nada dan kami ditugaskan untuk meliput tentang museum yang ada di Makam Bung Karno. Saat di perjalanan mencari museum yang ada di area Makam Bung Karno, aku melihat seorang bapak-bapak yang membawa termos merah, ternyata termosnya berisi es. Siang hari begitu memang cocok buat makan es, ya? aku jadi kepingin beli. Setelahnya, bangunan museum sudah terlihat, Nada melangkahkan kakinya menuju ke sana, “Eh Nad bentar! Aku pengen beli e...