Langsung ke konten utama

Untukmu, Pejuang Rindu?

Teruntuk kau, para pejuang rindu.
Yang kuat menahan kata, walau ingin bicara.
Yang bisa menahan temu, walau keinginan menggebu.
Sampai belum tiba saatnya, kau akan terus merindu
Memperjuangkan yang dirindu
.
.
.
.
Akan tiba saat dimana kau harus memilih tentang rindumu.
Haruskah melupakan dan mengikhlaskan
Atau terus memperbaiki memantaskan diri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sajak lama

Aku menulis, semoga rasanya sampai kepadamu dengan manis Aku sudah mengungkapkan, aku tak banyak berharap terbalaskan Aku sudah merelakan, semoga kamu bahagia dan selalu berkecukupan. Rasa ini terlalu sulit untuk dipahami Rindu ini terlalu jauh untuk kubagi Tak ada nama untuk ini, Di dalamnya hanya aku sendiri Bertemankan kopi, menghatamkan sajak-sajak yang menyayat hati. Biarlah kau tetap dengan gitarmu, Menemani mereka menyanyikan lagu yang menggetarkan hati. Biarlah kau tetap dengan kopimu, Menghangatkan semangat mereka yang mungkin sudah mati. (Sebuah sajak lama yang ditemukan dalam secarik kertas yang terlupakan, Juli 2022)